oleh: Disca Betty Viviansari
Indonesia adalah
salah satu Negara berkembang yang berada di Asia Tenggara. Seperti Negara
berkembang lainnya, Indonesia memiliki berbagai masalah baik di bidang ekonomi,
sosial, budaya, politik, hukum, maupun pertahanan dan keamanan. Salah satu
masalah kompleks dan krusial yang harus segera diselesaikan adalah masalah
kemiskinan. Perluasan lapangan pekerjaan dan pembekalan ketrampilan dalam
rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera telah menjadi pekerjaan
pemerintah selama puluhan tahun. Sayangnya, upaya pemerintah sampai saat ini
belum sepenuhnya membuahkan hasil. Hal tersebut sangat terlihat jelas ketika
kita melihat angka kemiskinan di Indonesia yang masih tergolong tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia
pada bulan Maret tahun 2012 adalah sebanyak 29,13 juta jiwa, kemudian pada
bulan Maret tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 28,07 juta jiwa.
Penurunan
angka kemiskinan yang terjadi salah satunya ada tak lepas dari peran relawan.
Banyaknya relawan yang memberikan bantuan kepada rakyat miskin sedikit banyak
dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Bantuan yang para relawan
berikan berbagai macam, mulai dari bantuan dana pendidikan, bantuan sosial,
bantuan kesehatan, maupun berupa lapangan pekerjaan. Aksi relawan ini harus
mendapatkan dukungan dari pemerintah, karena aktivitas relawan ini dapat kita
manfaatkan sebagai salah satu cara untuk menanggulangi kemiskinan.
Memanfaatkan
peran relawan sebagai salah satu cara untuk menanggulangi kemiskinan bukan
berarti kita membudayakan masyarakat yang selalu bergantung pada bantuan.
Bantuan yang diberikan oleh relawan harus dimanfaatkan secara maksimal dan bersifat
berkelanjutan. Di sisi lain kita harus merubah pola pikir masyarakat yang hanya
menengadahkan tangan. Perlu doktrin lebih dan menyeluruh untuk memberikan
pemahaman bahwa bantuan yang diterima adalah sebagai modal, bukan sebagai
ketergantungan.
Keberadaan
sosok relawan saat ini menjadi cermin bahwa masih ada orang-orang berhati
nurani yang tulus dan peduli dengan sesama. Kita perlu merenungkan bahwa hidup
ini tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi hidup ini untuk saling menghidupi.
Maka dari itu, perlu penjaringan relawan yang lebih banyak agar semakin banyak
masyarakat miskin mendapatkan bantuan yang dapat dijadikan sebagai bekal
mengentaskan diri dari kemiskinan. Manajemen wilayah untuh pendistribusian
bantuan juga perlu dilakukan. Hal ini dilakukan agar bantuan dapat sampai
merata ke sasaran dan berbagai wilayah di Indonesia.
Selain
manajemen wilayah, pengawasan secara berkala harus dilakukan untuk
meminimalisir penyalahgunaan bantuan yang diberikan relawan kepada masyarakat
miskin. Hal ini dilakukan bukan hanya sekedar kekhawatiran terhadap
penyalahgunaan bantuan, melainkan sebagai bentuk dukungan untuk mengentaskan
masyarakat dari kemiskinan. Disini peran relawan yang saya maksud adalah peran
totalitas relawan sehingga tujuan awal dari penyaluran bantuan tetap tercapai.
Jadi, pemberian
bantuan oleh relawan dapat menjadi salah satu cara untuk menanggulangi
kemiskinan jika dilakukan secara menyeluruh, merata, dan dalam pengawasan.
Bantuan yang diberikan dapat menjadi modal awal masyarakat miskin untuk
mengentaskan diri dari garis kemiskinan. Saran saya, agar lebih banyak
masyarakat miskin yang mendapat bantuan maka perlu dilakukan penjaringan jumlah
relawan yang lebih banyak dan terorganisir. Pemerintah tidak boleh hanya
memanfaatkan peran relawan, tetapi pemerintah harus tetap menjalankan
program-programnya seperti koperasi, bantuan UKM dan bantuan usaha mikro. Dari
sisi masyarakat sendiri juga harus diberikan pemahaman bahwa bantuan ini bersifat
dukungan dan modal untuk mengentaskan diri dari kemiskinan, bukan sebuah
ketergantungan. Diperlukan kerjasama baik dari relawan, pemerintah, dan
masyarakat untuk mengoptimalkan peran relawan sebagai salah satu cara untuk
menanggulangi kemiskinan dan sebagai langkah menuju Indonesia Sejahtera.
